Senin, 06 September 2010
 

Kamis, 03/09/2009 17:24 WIB

Kang Aidil Heryana

Vademekum Cinta

Penulis: Kang Aidil Heryana

Bahas Cinta?...Ah kok melow banget sih!
Tapi bahasan ini bukan mau romantis2an, terkadang pembahasan ini sangat diperlukan!
Kan gak sedikit orang terpenjara oleh perasaan, gara2 urusan cintrong ini. Jangan sampai deh masalah CINTA jadi berantakan alias gagal total,..GATOT. Padahal bisa diatasi.

Nah, sahabatku! Catatan ini mudah-mudahan sedikit bisa menjadi ikhtisar ringkas –walau belum layak disebut vademicum-- dalam membina, merawat dan mengatasi persoalan romantisme ini...Halah...melow banget yak!!!

Untuk Yang Masih Lajang
Cinta itu seperti kupu-kupu, semakin dikejar, semakin jauh. Tapi, jika kamu membiarkannya terbang, dia akan datang dengan sendirinya. Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi cinta juga sering menyakitkan. Tapi cinta akan menjadi special ketika kamu memberikannya pada orang yang pantas mendapatkannya. Jadi, santai saja dan pilih yang terbaik.

Untuk Yang Masih Menunggu Kepastian
Cinta bukanlah menjadi orang lain yang sempurna. Cinta adalah menemukan seseorang yang menuntunmu menjadi yang terbaik.

Untuk Yang Suka Mempermainkan Cinta
Jangan pernah katakan ‘Aku cinta kamu’ jika kamu tak peduli.
Jangan pernah bicara soal perasaan jika perasaan itu tak ada.
Jangan pernah menyentuh hati seseorang jika kamu hanya menyakitinya.
Jangan pernah melihat matanya jika semua yang lakukan adalah bohong.
Hal yang paling jahat yang bisa laki-laki lakukan pada peremupan adalah membiarkannya jatuh, tetapi laki-laki tidak benar-benar ingin menangkapnya. Dan itu terjadi pada keduanya.

Untuk Yang Telah Menikah
Cinta bukanlah soal ‘Ini salahmu’, tetapi ‘Aku minta maaf’.
Bukan ‘Dimana kau, tetapi ‘Aku disini’.
Bukan ‘Bagaimana ini bisa terjadi’, tetapi ‘Aku mengerti’.
Bukan juga ‘Andai kau ada disini’, tetapi ‘Syukurlah kau ada’.

Untuk Yang Bertunangan
Kecocokan bukan diukur dari berapa lama berhubungan. Tapi seberapa kalian mengerti satu sama lain.

Untuk Yang Patah Hati
Patah hati itu tergantung padamu. Patah hati akan dirasakan selama kamu memang mau, dan sedalam kamu membiarkannya. Tantangannya, adalah bukan bertahan atas patah hati, tapi bagaimana bisa belajar darinya.

Untuk Yang Naïf
Cara untuk jatuh cinta adalah, jatuhlah tapi jangan terjun. Konsisten tapi jangan persisten. Berbagilah dan adillah. Mengertilah dan jangan coba meminta. Sakitlah, tapi jangan pernah menahan rasa sakit itu.

Untuk Yang Posesif
Akan sangat sakit melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain. Tapi akan lebih menyakitkan lagi ketika tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak bahagia bersamamu.

Untuk Yang Takut Mengakui
Cinta menyakitkan jika kamu memutuskan cinta. Cinta lebih menyakitkan jika seseoarang memutuskanmu. Tapi cinta paling menyakitkan ketika orang yang kamu cintai tidak tahu perasaanmu.

Untuk Yang Masih Bertahan
Hal yang menyedihkan tentang hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang, dan kamu jatuh cinta kepadanya, tapi pada akhirnya, cinta itu tidak benar-benar ada. Dan kamu telah menyia-nyiakan waktumu bersama orang yang tidak pantas mendapatkan cintamu. Jika dia tidak pantas, dia juga tidak akan pantas mendapatkannya setahun, atau bahkan sepuluh tahun dari sekarang. Jadi, lepaskanlah dia….

Sumber: The Art of Loving, Erich Fromm; etc