Senin, 06 September 2010
 

Senin, 14/09/2009 16:59 WIB

PIPKS Jepang

Nuansa Ramadhan di Taiwan

Taiwan atau dikenal dengan sebutan negeri formosa, merupakan salah satu daerah tujuan utama bagi puluhan ribu bahkan seratusan ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam beberapa tahun terakhir ini. Data terbaru menurut senior asisten TKI di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia . KDEI Taipei, mengatakan bahwa jumlah TKI per Juni 2009 sekitar 134 ribu jiwa. Mayoritas atau sekitar 86,3% merupakan wanita, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang umumnya bekerja di s.ector non-formal, seperti; Pembantu Rumah Tangga (PRT), perawat orang sakit, tenaga restaurant, dsb. Sisanya, mayoritas pria bekerja sebagai buruh pabrik, buruh bangunan dan konstruksi. Selain TKI, sejak 5 tahun terakhir gelombang mahasiswa, terkhusus mahasiswa muslim untuk melanjutkan studi berbeasiswa ke jenjang master dan doctoral juga semakin menambah jumlah Masyarakat Muslim Indonesia di Taiwan. Jumlah muslim local Taiwan sekitar 50 ribu, sehingga dapat dikatakan dari sekitar 1% Muslim di Taiwan,  - nya merupakan muslim dari Indonesia, sehingga tidak salah kalau 6 masjid yang tersebar di kota-kota besar di Taiwan diramaikan oleh muslim dari Indonesia.

Ramadhan 1430 H ini setiap masjid di Taiwan melaksanakan program ramadhan, diantaranya; Ifthor bersama dilanjutkan shalat magrib berjamaah, makan malam bersama, Shalat Isha dan Shalat Taraweh secara berjamaah. Umumnya jamaah yang dating ke masjid pada ramadhan ini berasal dari berbagai Negara dan mayoritasnya adalah mahasiswa yang memang merasakan betul berkah ramadhan ini, salah satunya dengan adanya ifthor dan makan malam bersama di setiap masjid ini selama ramadhan. Mahasiswa asal Indonesia secara bergantian, biasanya membantu pihak Taipei Grand Mosque dalam hal membersihkan peralatan makan, seperti mencuci piring, gelas, mangkok, sendok, sumpit, dsb. Pekerjaan ini dilakukan dengan senang hati dan riang gembira, dan biasanya selesai membantu, pihak masjid kembali memberikan bekal sahur kepada mahasiswa untuk disantap bersama teman-teman mahasiswa muslim lain yang mayoritas tinggal di asrama mahasiswa salah satu kampus yang banyak mahasiwa Indonesianya. Bagi mahasiswa baru yang masuk semester fall September ini, maka nuansa seperti ini akan sangat berkesan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkenalan dan bersosialisasi dengan mahasiswa muslim lain yang lebih dulu menempuh studi di Taiwan.

Selain mahasiswa, masyarakat muslim Indonesia lainnya terutama TKI umumnya hanya berkesempatan dating ke masjid pada hari libur (ahad) saja. Khusus untuk wilayah Taipei terdapat Cultural Mosque yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kecil (karena ukurannya lebih kecil dibanding Taipei Grand Mosque). Bangunan Masjid lima lantai dan dilengkapi menara berkubah ini merupakan tempat berkumpulnya TKI bersama mahasiswa setiap hari ahad. Diluar ramadhan masjid ini setiap pekannya sibuk dengan berbagai kegiatan, seperti Pengajian Rutin Bulanan setiap minggu ke-2, pelatihan computer, kursus bahasa Inggris, bahasa mandarin, pelatihan kewirausahaan dan berbagai lomba dan aktifitas positif lainnya. Khusus selama ramadhan ini, kegiatan-kegiatan tersebut dihentikan sementara namun diganti dengan kegiatan yang betul-betul bernuansa Ramadhan, diantaranya; Tarhib Ramadhan di ahad terakhir sebelum Ramadhan, Pondok Pesantren Ramadhan disetiap sabtu malam dan ahad pagi, pengajian menjelang berbuka setiap ahad, tadarusan, belajar baca Al Qur'an dan juga mengadakan I'tikaf di sepuluh malam terakhir ramadhan. Walaupun peserta belum begitu banyak karena terkendala ijin majikan yang tidak membolehkan bermalam di luar, namun nuansa Ramadhan 1430 H kali ini jauh memberikan kesan positif, terutama bagi masyarakat Indonesia yang mengikuti kegiatan demi kegiatan tersebut.

Selain kegiatan Ramadhan di masjid-masjid, masyarakat muslim Indonesia di Taiwan dibawah koordinasi KMIT (Keluarga Muslim Indonesia di Taiwan) telah meluncurkan Program Ramadhan di Taiwan, salah satunya adalah program zakat, infak dan shadaqoh dengan target "Sepuluh ribu Muzakki", baik untuk zakat fitrah, maupun zakat maal, disamping fidyah, infaq dan shodaqoh. Dalam menjalankan program ini KMIT sebagai payung organisasi-organisasi muslim yang tersebar di seluruh Taiwan seperti Majelis Taklim Yasin Taipei (MTYT) di Taipei, Forum Silaturahim Muslim Indonesia di Taiwan (FOSMIT) di Chungli, Ikatan Muslim Indonesia di Taiwan (IMIT) di Taichung, Ikawatan Warga Muslim Indonesia di Taiwan (IWAMIT) di Kaohsiung, serta masih banyak lagi organisasi yang kepengurusannya sudah menyatakan kesediaannya bergabung dalam satu wadah KMIT. Harapannya program ramadhan di Taiwan ini dapat terlaksana dengan baik, walaupun Ramadhan kali ini masyarakat muslim Indonesia di Taiwan belum mampu mendatangkan ustadaz ataupun penceramah dari Indonesia. Sebelumnya, 2 kali Ramadhan yang lalu beberapa organisasi muslim Indonesia dapat mendatangkan Ustadz ke Taiwan untuk memberikan siraman ruhani di saat ramadhan.

Dengan aktifitas ramadhan seperti diuraikan di atas, kami khususnya masyarakat muslim yang berada di Taiwan berharap semoga kegiatan-kegiatan tersebut dapat lebih baik lagi di ramadhan yang akan dating, serta semoga kita semua dapat meraih derajat taqwa dari Allah SWT, amin yaa rabbal'alamin.