Senin, 06 September 2010
 

Rabu, 02/09/2009 08:54 WIB

Ramadhan di Negeri Jepang

Benih-Benih Islam di Pinggiran Tokyo

Oleh: Ririn Astary*

Tinggal di Negara Jepang yang mayoritas penduduknya non Muslim, tak lantas menjadikan orang tua muslim lalai dalam mendidik anaknya. Buktinya ketika liburan sekolah saat musim panas di Jepang, para orang tua Muslim yang tinggal di wilayah Gyotoku, sekitar 30 menit dari Tokyo, memasukkan anaknya ke Hira Summer School. Program ini merupakan program rutin yang dijalankan oleh Mesjid Hira, sebuah Mesjid yang jaraknya hanya selemparan batu dari tempat tinggal kami sekeluarga.

Tercatat ada 42 anak mengikuti program pendidikan Islam di Hira Summer School. Mereka berasal dari berbagai Negara antara lain: Jepang, India, Bangladesh, Pakistan, Uzbekistan, Malaysia, Sudan, Ghana dan Indonesia. Hira Summer School berlangsung selama sebulan dari tanggal 21 Juli – 20 Agustus 2009. Pelajaran diberikan selama 4 jam setiap harinya. Siswa di Hira Summer School dibagi dalam 2 kelompok, usia sekolah dan pra sekolah. Pendidikan Islam yang diberikan antara lain aqidah, ilmu Islam, bahasa Inggris dan pelajaran membaca Alqur’an. Untuk usia sekolah program baca Qur’an yang diajarkan adalah hapalan, ilmu tajwid dan pelafalan (recitation). Sedangkan untuk usia prasekolah diajarkan pengenalan huruf hijaiyah dan cara membacanya. Dengan bantuan 11 orang staff pengajar, Hira Summer School berlangsung dengan sukses.

Pada akhir program pendidikan diadakan acara perpisahan yang sekaligus merupakan ajang kebolehan dari para siswa dalam mempresentasikan hasil pendidikan di Hira Summer School. Pertunjukan siswa tersebut dilakukan di hadapan para orang tua dan guru Hira Summer School. Pertunjukan yang ditampilkan antara lain hapalan quran, pidato tentang dunia Islam dan nasyid.

Berbagai pentas seni Islam ini mungkin sudah merupakan sesuatu hal yang lumrah di Indonesia, tetapi di negeri sakura event yang demikian merupakan sesuatu yang luar biasa. Sebagai kader PKS yang tinggal jauh dari kampung halaman, acara ini berlaku bak obat pelepas rindu.
 

* Kontributor PKS-JAKTIM Online yang sedang mengikuti tugas belajar S3 sang suami di Jepang