Rabu, 02/12/2009 04:41 WIB
FPKS DKI Jakarta
Menyoroti RAPBD 2010, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menekankan kepada pemprov untuk lebih memprioritaskan perbaikan mutu pendidikan agar lulusan dapat memenuhi standar pasar kerja di dalam dan luar negeri , serta pengelolaan transportasi yang lebih efektif. Hal ini merupakan strategi dalam upaya pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012.
Dalam pencapaian target RPJMD tersebut, FPKS mengajukan tiga gagasan yang mencakup tujuh program unggulan untuk membantu pemprov mewujudkan Jakarta yang nyaman dan sejahtera. Sekretaris FPKS DPRD DKI Jakarta, Rifkoh Abriani menjabarkan, bahwa ketiga gagasan tersebut berguna untuk pemenuhan sumber daya dasar, meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat Asia Tenggara serta peningkatan pelayanan publik. “FPKS tetap menekankan untuk perbaikan mutu pendidikan di SMK sebagai salah satu pemenuhan sumber daya dasar, selain itu pula jaminan sosial bagi masyarakat, serta mewujudkan kemandirian msyarakat kelurahan,” terang Rifkoh sehari setelah rapat pengesahan APBD 2010 di DPRD.
Seperti pada tanggapan awal, FPKS mengajukan usulan peningkatan mutu pendidikan, dan pemberian beasiswa hingga peningkatan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada akhir tanggapan terhadap RAPBD 2010 kemarin, FPKS mengajukan program upaya membangun angkatan kerja berkualitas dunia atau world class bagi lulusan SMK. “Untuk melaksanakan program tersebut, FPKS meminta eksekutif untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas lagi, sehingga dapat memenuhi standar internasional,” demikian yang dikatakan Rifkoh Abriani yang juga anggota komisi E DPRD.
Rifkoh menambahkan, pelaksanaan program peningkatan kualitas pendidikan SMK dapat dilakukan pada 2011 mendatang, dengan mengarahkan SMK-SMK unggulan yang ada di Jakarta sebagai pilot project untuk menjadi SMK berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Hal ini perlu segera dilakukan dalam pencapaian target menciptakan angkatan kerja yang berskala world class, karena saat ini ternyata lulusan SMK di Jakarta masih banyak yang belum memenuhi standar dunia kerja internasional,” ujarnya.